Apollo Brown & O.C – ‘Thropies’ [Review]

Released: May 1, 2012
Length: 54:57
Label: Mello Music Group
Producer: Apollo Brown

trophiesBeberapa bulan lalu Apollo Brown, sang beatmaker The Left, berujar dalam wawancaranya dengan SXSW bahwa ia sedang dalam proses pembuatan sebuah album dahsyat. Saya gembira, akhirnya The Left akan merilis album baru setelah nyaris tiga tahun saya menunggu follow-up dari debut luar biasa mereka, ‘Gas Mask’. Brown mengumumkan single pertama albumnya akan diputar di radio show milik DJ Premier, Live From Headqcourterz, saya pun lantas menandai tanggalan. Ketika ‘Prove Me Wrong’, pertama kali diputar, saya terhenyak. Ternyata Apollo Brown tidak sedang membuat album kedua The Left, melainkan kolaborasinya dengan veteran hiphop era golden age, O.C!

Ini luar biasa, melebihi harapan saya untuk album kedua The Left. Namun pengalaman buruk mendengar hasil duet KRS-One dan Marley Marl selalu hadir ketika mendengar dua ikon favorit kalian berencana untuk sebuah album kolaborasi. Kabar Apollo Brown akan bekerjasama dengan O.C. sangat luar biasa di atas kertas. Bagaimana tidak, Brown adalah salah satu produser terbaik yang dimiliki hiphop hari ini, pewaris sound boombap yang tak pernah buruk di proyek apapun yang ia bikin. Baik itu grup, album solo ataupun album kolabo. Sedangkan O.C adalah MC alumnus dari salah satu clan terhebat di sejarah hiphop NY; D.I.T.C, dengan diskografi impresif enam album solid pada sabuknya. Debutnya“Word…Life” hari ini telah menjadi cult di antara para true heads. Namanya akan selalu disebut dalam list favorit rapper para MC hari ini, tak peduli mainstream atau underground; dari Eminem hingga Ill Bill. Ia terkenal dengan gayanya kuat, yang tak pernah terlalu agresif namun konsisten. Tak pernah laid-back namun selalu smooth. Suaranya yang selalu tegas dan ucapannya yang lantang menjadikan rekamannya salahsatu sumber paling sering dipakai para DJ untuk chorus-scratch. Ia memiliki kemampuan istimewa untuk menjelaskan subjek rumit dengan kalimat-kalimat singkat. Dalam pujian Premier; He has the ability to take something common and transform it into a great, finished article.

Thropies‘ bersuara persis seperti yang saya bayangkan sejak single mereka ditebar. Bahkan melebihi ekspektasi saya. Tanpa bermaksud hiperbolis, ini album sempurna. Tak ada satupun lagu filler, tak ada salah konsep atau rima setengah hati. Ajaibnya ini dilakukan dengan lagu berjumlah 16 dan tanpa satupun MC bertamu disini. Sulit bagi saya sebelumnya membayangkan Brown membuat beat-beat yang lebih baik dari album The Left. Dan di album ini ia melakukannya berlipat ganda. Ia memproduksi track yang tak hanya boombap namun indah. Skillnya dalam memilah, menyampel dan mengkomposisi potongan suara string, horn dan sax layak dicemburui setengah mampus. Komposisi Brown sungguh ajaib dalam mendatangkan nostalgia tertentu baik terhadap hiphop era lampau, juga terhadap memori personal spesifik. Dari lagu bertematik klasik, social-commentary (“We The People” dan “Angel Sing”), pergulatan eksistensi personal (“Just Walk” dan “Anotha One”), tribute bagi D.O.C dan Rakim, para inspiratornya (“The Formula”), lagu braggadocio klasik (“People’s Champ” dan “Prove Me Wrong”) hingga lagu epilog “Fantastic” yang menutup secara fantastis. Kombinasi duet DJ-MC yang sempurna.

Thropies‘  sangat mungkin menjadi album hiphop terbaik tahun 2012 ini, jika memang ada lagi yang lebih baik di sisa tahun berjalan, maka hiphop baru saja menjalani salah satu tahun yang menarik dalam perjalanannya. Ok, mari kita rayakan, download segera ‘Thropies‘ , buat segelas teh hangat, putar tengah malam dan langsung pesan saja vinyl-nya. Ini calon klasik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here