Ill Bill – ‘Grimmy Award’ [Review]

Released February 26, 2013
Recorded 2012
Label Fat Beats Records
Producer Ill Bill, MoSS, Junior Makhno, Pete Rock, Psycho Les, DJ Skizz, Large Professor, Ayatollah, DJ Muggs, C-Lance, DJ Premier, El-P, Uncle Howie, Stu Bangas

IllBillTak ada tahun tanpa rilisan Bill, baik dalam misi bersama Muggs dibawah bendera Kill Devil Hills, dengan Vinnie Paz sebagai Heavymetal Kings atau bersama Slaine mempertahankan La Coka Nostra pasca ditinggal Everlast. Namun ini bisa dibilang album solo pertama Bill dalam 4 tahun ini.

Ill Bill adalah salah satu epitom hiphop NY yang tak banyak tersisa. Bagi mereka yang selalu menginginkan hiphop berarwah sama seperti pertama kali kalian mendengar LL Cool J di 80an, sejak eranya bersama Non-Phixion, Ill Bill tak mungkin kalian abaikan. Album solonya ini kembali membuktikan kesetiaan Bill pada cetak biru hiphop yang membentuk NY di era nya.

Pada album solo ke-4 nya, Ill Bill kembali pada formula yang tak pernah salah ia pakai berulang: boombap khas NY dari berbagai produser (termasuk beatmaker veteran ikonik), scratched hooks, rima acak sedingin Colt ilegal yang dikubur di bawah salju dan flow maut yang agresif lengkap dengan permainan multi-silabel yang canggih.

Bill hanya mengundang satu MC generasi baru pada album ini; Mayhem Lauren yang bernostalgia tentang kebesaran pantai timur dalam “L’Amour East,” bersama Q-Unique, sisanya ia sisakan bagi para veteran. Mendeklarasikan bagaimana ‘power’ yang mereka miliki ketika dapat mengontrol karir mereka secara independen di atas beat DJ Muggs bersama O.C dan Cormega (Scratch hooks suara Dead Prez“bring the power back to streets where the people lives”, serasa sangat tepat). Berkisah soal kultur kekerasan bersma Shabazz, Lil Fame dari MOP, menebar legenda penegakan keadilan versi jalanan bersama Vinnie Paz dalam “120 Darkside Justice”, bahkan kembali mengundang HR dari Bad Brains untuk mengisi pada track glorifikasi kegelapan Babylon pada “Forty Deuce Hebrew”.

Persoalan tematik mungkin bermasalah bagi beberapa orang yang berharap Ill Bill keluar dari rima konspirasi, akhir zaman, kebrutalan dunia, dan tribut untuk kerabatnya. Sekilas nampak demikian, namun Bill melakukannya dengan intensitas dan kreativitas tanpa batas. Namun jika memang demikian sekalipun, who cares? Memang tematik seperti ini yang kita harapkan keluar dari mulut Bill. Cypress Hill dapat bercerita soal cimeng dalam tiap albumnya, kita tidak pernah bermasalah selama outputnya keren (yang jadi masalah, ketika outputnya berupa album-album generik). Jika tak percaya silahkan cek epik tentang Unabomber yang melampaui sosok Ted Kasczinsky, menawarkan diskusi tentang kebusukan masyarakat, teknologi dan aksi terorisme. Dan jika pada album terakhir Bill mendedikasikan satu lagu untuk Slayer, maka dalam album ini kembali ia memberi tribut bagi ikon metal, Paul Baloff almarhum, seorang vokalis Exodus yang fenomenal.

Dalam departemen beat, Bill tahu persis bagaimana mempertahankan keyakinan bagaimana hiphop harus direpresentasikan. Bill kembali mengundang mereka-mereka yang memberikan inspirasi dan berkontribusi besar dalam perjalanannya. Bill kembali mengundang Pete Rock, Large Professor, DJ Premier bahkan El-P yang juga menyumbang verse pada track “Severed Heads Of State”. Ini track tandem Ill Bill dengan El-P pertama sejak “Simian Drugs” lebih dari satu dekade lalu.

Lagu paling cemerlang saya nobatkan pada tiga berikut; homage untuk halusinasi LSD “Acid Reflux” di atas beat super-boombap dari Large Professor, track Bill berfilsafat pada “Truth” yang diproduseri Pete Rock, dan tribut bagi produser boombap paling ikonik di muka bumi “World Premier” yang diproduseri oleh DJ Premier sendiri.

Yang agak saya sayangkan dari album ini, saya lebih menyukai “When I Die” versi aslinya yang ia rilis sebelum album keluar, beat versi album ini agak terlalu manis meski tetap di atas rata-rata, meski keduanya di buat oleh Pete Rock. Di luar itu, Ill Bill belum mematahkan rekor diskografi patennya dengan memproduksi album butut.Bagi saya pribadi, ini album solo terbaiknya sejauh ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here