South Bronx NYPD – 1976 The Police Tapes [Review]

Remember Bronx River rollin thick
With Kool DJ Red Alert and Chuck Chillout on the mix
When Afrika Islam was rockin the jams
And on the other side of town was a kid named Flash
Patterson and Millbrook projects
Casanova all over, ya couldn’t stop it…
– South Bronx – Boogie Down Productions, 1987

Penemuan mayat di sudut jalan, seorang ibu yang diperangkap oleh anaknya yang sakit jiwa, suara track Kool Herc dari speaker di depan toko kelontong, pembakaran gedung oleh sang tuan tanah, seorang anak yang ditampar ibunya dengan kapak, beat-beat breakdance di penghujung malam, wajah mabuk anggota geng dengan nanar dendam, sinar redup toko makanan yang sehari sebelumnya dirampok.

Saya jarang meresensi film, terlebih film dokumenter, tapi yang satu ini terlalu istimewa untuk tidak dibagi-bagi, meski ‘agak’ terlambat. 1976 The Police Tapes adalah film dokumenter hitam putih dibuat oleh Alan & Susan Raymond.  Dua orang ini selama berbulan-bulan dengan rajin mengikuti keseharian polisi dari departemen 44th precinct of the South Bronx, area dengan tingkat kejahatan paling tinggi di NY saat itu, mengusut kasus-kasus pembunuhan, perang geng, pemerkosaan, pembakaran gedung dan kasus horor sejenis yang sudah menjadi bagian akrab dari South Bronx. Tak ada narasi, raw and rugged. Kalian hanya akan menemukan keterkaitan satu dan lainnya melalui komentar-komentar dari wawancara Anthony Bouza, Bronx Borough Commander departemen polisi lokal.

NY_PoliceTape

Yang membuatnya menarik adalah bagaimana dokumenter ini menangkap aura NY tahun-tahun primitif awal hiphop dilahirkan. Potret urban yang sering divisualisasikan Henry Chalfant dalam foto-fotonya; aura dari musik yang diputar dijalanan dari Kool Herc, DJ Flowers hingga Jazzy Jay, tembok-tembok ber-graffiti khas era tersebut dan fashion jalanan menakjubkan dari mereka-mereka yang di interogasi. Pula tentunya, kalian tak ingin melewatkan dandanan polisi era sekian dengan kumis tebal ala detektif 70-an, rambut mullet dan afro para gangster dan yang paling utama sebuah faktor signifikan yang melahirkan musik-musik hebat seperti punk dan hiphop: kekalutan, keputusasaan dan keterasingan.

Sangat menakjubkan bagaimana anak-anak muda Bronx yang dalam kesehariannya dikelilingi drugs, miras, kejahatan tingkat tinggi, perang gang dan lain sebagainya, dapat menghasilkan artform seperti hiphop. Henry Chalfant dalam sebuah tulisannya sempat pula mendeskripsikan kekagumannanya pada generasi pelopor 70-an ini, bagaimana, di antara gedung-gedung bobrok, sekumpulan anak muda bermain basket dan menggelar matres dan bertari kejang ria dengan riang gembira. Seolah mereka muak dan tak ambil pusing dengan keadaan bobrok sekeliling mereka, dan yang mereka pedulikan adalah menyempurnakan tarian mereka bersiap menantang crew B-Boy oponen mereka di sore harinya, sekaligus mengingatkan kita betapa bombastisnya album debut Boogie Down Production di tahun 1987. Thats hiphop on the purest form.

Mengutip komentar Kapolsek South Bronx, Anthony Bouza yang menjawab latar belakang tingginya angka kriminal disana era itu: “Kemiskinanlah yang membuat ini semua terjadi, Kita semua memproduksi para kriminal, kita semua memproduksi kebrutalan”. Sesuatu yang ironis, mengingat hari ini hiphop adalah komodifikasi kultur yang menghasilkan milyaran dollar, namun keadaan masyarakat dimana kultur itu lahir tidak banyak berubah. Tetap terasing, terbelakang dengan angka kriminal tinggi dan tetap miskin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here