Your Old Droog – ‘Your Old Droog’ [Review]

Released November 25, 2014
Producer Droog, El RTNC, and DJ Skizz
Labels Droog Recordings

YOD_CDInilah fenomena yang sempat membuat heboh para trueheads di awal tahun ini. Ketika Your Old Droog merilis single pertamanya via Soundcloud, dunia geger menganggap Nas merilis proyek baru dengan alias misterius dan konsep yang sama sekali baru. Tak jarang komentarnya kebablasan terlalu yakin; “Nas akhirnya kembali ke era Illmatic” atau “Nas akhirnya berhasil memilih beat yang cocok untuk dirinya sejak Illmatic”. Setelah berbulan-bulan para mereka berdebat dan perang spekulasi, akhirnya YOD merilis album debutnya ini dan debat pun berakhir.

YOD bukan Nas. Ia rapper kulit putih asal Brooklyn yang kebetulan memiliki pita suara yang entah mengapa mirip sekali dengan Nas dan bisa membuat kalian berimajinasi liar bahwa Nas selama ini lipsync seperti Milli Vanilli. Bisa diabsen satu persatu, mulai dari flow, cadence hingga delivery-nya sungguh mirip dengan sang maestro yang tepat 20 tahun lalu merilis debut yang merubah wajah hiphop hingga hari ini.

Banyak yang kecewa ketika mereka sadar bahwa album ini ternyata bukan milik Nas. Tak adil memang, karena tak dapat disangkal lagi; YOD memiliki skill mikropon yang luar biasa. Meski selintas mirip, YOD memiliki struktur rima yang jelas berbeda. Bagaimana ia menempatkan punchline dan merangkai analogi dalam empat bar rima, lebih mendekati M.F Doom atau Guilty Simpson dibanding Nas. Album ini eksebisi total nya. Ia memproduksi bar demi bar penuh punchline yang unik dan mereka yang besar bersama Nas tahu, tak mungkin Nas membuat punchline demikian. Misalnya saja “And these Internet thugs, ain’t doing a thing/ Got caught with the Google Chrome now they in the Bing” atau yang paling epik ketika menyapa seorang gangster Blood dengan sebutan “Freudian Crip”.

Sepanjang album YOD ngerap dengan tone santai namun serasa memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dari para rapper Onyx berteriak. Secara musikal album ini memiliki catatan tersendiri, bukan hanya pilihan sampling yang menarik (funk 70-an, rock 60-an bahkan Galt MacDermot!), namun juga karena sukses membuat track bernuansa 90an tanpa boombap sebagai tulang belakangnya. Bisa cek “Nutty Bars” dan“Loosey In the Store with Pennies” yang ia biarkan mengalir nir-drumloop tanpa membuatnya kehilangan relevansinya dengan hiphop era Large Professor dan RZA berjaya.

Bisa dipahami mengapa banyak orang kecewa ini bukan Nas. Itu merupakan tanda bahwa banyak pengikut cult-nya berharap Nas menjadi seperti ini, kembali haus dan lapar seolah ia tak pernah merilis ‘Illmatic’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here