Merayakan 30 Tahun Run DMC: Uprock#4 dan Sebuah Mixtape

Di satu musim panas di tahun 1985, sekumpulan anak muda di satu RT berkumpul seperti biasa pada suatu sore. Saat itu era Breakdance gelombang pertama yang menyapu Indonesia sudah mulai meredup, namun kebiasaan nangkring di lapangan volley di sebuah perum masih tetap dilakukan, tentunya dengan membawa boombox.

Ada sesuatu yang aneh kala itu, sayup musik yang tak biasa terdengar dari jarak 200 meter. Suara clap bersahutan dengan suara snare menggelegar dan drumkick mendentum. Sepintas mirip musik yang biasa kami pakai untuk nge-break setahun sebelumnya, namun kali ini lebih keras, lantang dan tanpa basa-basi. Yang paling kentara adalah komposisinya yang penuh rap.

Sebelumnya, pada musik breakdance kami menemukan rap sebagai ornamen penghias, pada lagu ini sebaliknya, rap adalah backbone musik dan seolah sang pembuat musik melenyapkan segala sesuatu diluar, drumkick, snare, clap bahkan hihat sekalipun, hanya suara crash sekali dua kali hadir. This is stripped-down version of breakdance music, rougher, hardcore, in your face.

Saya langsung menanyakan pada sang empu boombox lagu apa yang ia putar, ia menjawab yakin “Ini grup breakdance baru bernama Hollis Crew”. Ia memberi sampul kasetnya, sebuah kompilasi yang saya sudah lupa lagi judulnya. Hollis Crew hanya ada satu lagu disitu. Selama berjam-jam saya bertengger di sisi boombox dengan kekaguman dan kepenasaran luar biasa. “Sakaemsis hudidnat lern, ifyudondis taim we salriteurn” Saya masih ingat bagaimana saya menghapal bar pertama lirik lagu itu. Jauh hari sebelum saya belajar dan paham bahasa Inggris.

Sejak sore di lapangan itu, saya sulit tidur dan -tentu saja- sulit belajar. Tera, teman saya pemilik kaset itu tak lama pindah rumah entah kemana, konon Ibunya kembali ke rumah neneknya di luar kota, setelah ayahnya menjadi korban Petrus di tahun yang sama.

Saat hampir putus asa mencari tahu lebih banyak soal lagu itu, pada saat yang sama saya harus pindah ke Rangkasbitung dititipkan pada nenek karena kedua orang tua saya berpisah, Ibu ke Surabaya meneruskan studi, Bapak pergi ke Filipina bertugas. Namun beberapa minggu sebelum keberangkatan, keajaiban datang. Saya berkenalan seorang kawan baru Benny, seorang murid baru asal Jakarta.

Tepatnya pada saat saya bermain ke rumahnya untuk menonton video seri Voltus-V yang kala itu populer. Sebuah kaset tergeletak di mejanya menarik perhatian saya. Pada sampul bertuliskan Run DMC, saya balik dan baca tracklist nya; Hollis Crew ada pada side A lagu ke 4!, saya langsung menyadari bahwa Hollis Crew adalah judul lagu dan grup yang saya cari bernama Run DMC. Tentu Voltus-V saya skip, saya pamit pulang dan meminjam kaset miliknya itu berlari menuju rumah.

Sejak hari itu, hidup saya tak pernah lagi sama. Album itu luar biasa. Saya putar hampir tiap hari, menggantikan semua kaset Breakdance dan KISS yang selalu saya putar. Pada saat hari perpisahan, saya dengan sedih mengembalikan album itu pada Benny. Namun peruntungan saya tak berhenti disitu, dengan mengejutkan Benny berujar bahwa ia tak suka album itu dan memberikannya sebagai kenang-kenangan.

Di Rangkasbitung, jauh dari pusat informasi, toko kaset dan tangkringan boombox saya hanya dengan satu kaset itu saja bertahun-tahun. Hingga pada akhirnya saya lulus SD dan kembali ke Bandung di tahun 1987. Saya menemukan fakta bahwa saya melewatkan dua album Run DMC dan rasanya bertemu sahabat lama ketika menemukan dua album itu di sebuah toko kaset di Buah Batu; “King of Rock” dan “Raising Hell”.

***

Beckman-Janette-RunDMC_Hol

Tahun ini tepat 30 tahun Run DMC memulai cerita mereka sebagai sebuah grup hiphop yang mempengaruhi generasi-generasi MC berikutnya. Saya secara personal merasa berhutang banyak inspirasi pada mereka. Rasanya ini waktu yang tepat untuk merayakan itu. 30 tahun setelah mereka merilis single pertama mereka “Sucka MCs”, dibawah nama Run DMC. Saya memutuskan untuk mendedikasikan edisi ke 4 newsletter Uprock83 ini untuk berbagi cerita seputar mereka dengan pengantar audio berbentuk mixtape yang dibantu sahabat saya DJ-E, di-mix live, langsung di studionya. Newsletter format cetak dan kasetnya kami jual terbatas di Bandung Zine Fest 2013, Sabtu besok 31 Agustus, di Gedung Indonesia Menggugat Jl. Perintis Kemerdekaan. Namun versi digitalnya bisa kalian download disini.

Its like that, cus thats the way it is. RIP Jam Master Jay

jmj

Download “Uprock #4” Here Download “Run DMC Mixtape” Here

rundmc_mixtape

Tracklist:

SIDE A
01. Intro: Jam Master Jammin Live
02. Sucker MCs
03. Hollis Crew
04. Hit It Run
05. King of Rock
06. Raising Hell
07. Tougher Than Leather
08. Walk This Way
09. They Call Us Run DMC
10. Rock Box
11. Mary Mary

SIDE B
01. Daryll and Joe
02. Jam Master Jay
03. Here We Go
04. Proud To Be Black
05. Im Not Going Out Like That
06. Soul To Rock N Roll
07. How’d Ya Do It Dee
09. Run’s House
10. Beats To The Rhyme
11. Down With The King
12. Live Outro

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here